Sabtu, 27 Oktober 2012

Fi’il Ma'lum | Fi'il Majhul | Mabni Majhul

Fi’il Ma'lum dan Majhul


Fi’il ma'lum dan fi’il majhul dalam tata bahasa Indonesia disebut sebagai kalimat aktif dan kalimat pasif. Fi’il ma'lum yaitu kata kerja yang mengandung makna mengerjakan sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan fi’il majhul yaitu kata kerja yang umumnya diartikan dengan ter/di. Kata kerja di/ter mengandung arti bahwa objek dari kata kerja tersebut telah dikenai pekerjaan. Jadi yang awalnya maf’ul bih, ketika fi’ilnya (amilnya) dimajhulkan, maka menjadi naibul fa’il.
Macam-macam fi’il dilihat dari berbagai aspek:
Fi’il lazim adalah kata kerja yang tidak membutuhkan maf’ul bih (objek), seperti; قاَمَ (berdiri), خَرَجَ (keluar), جَلَسَ (duduk). Misalnya : جَلَسَ خَالِدٌ
Sedangkan fi’il muta’addi adalah kata kerja yang  membutuhkan maf’ul bih, seperti: ضَرَبَ (memukul), أَكَلَ (memakan), شَرِبَ (meminum). Misalnya : أَكَلَ خَالِدٌ الخُبْزَ
Fi’il lazim juga dapat dijadikan fi’il muta’addi dengan cara sebagai berikut:

Begitu pula sebaliknya, bahwa fi’il muta’addi juga dapat dijadikan fi’il lazim dengan cara sebagai berikut:
                                                                

Cara membuat mabni majhul
Untuk membuat mabni majhul dari fi’il madli yang berupa tiga hurufnya (tsulatsi), yaitu mengharakati dlommah awalnya dan mengharakati kasrah sebelum akhir.  Apabila fi’il madlinya terdiri dari lima atau enam huruf, maka pembuatannya dengan cara mendlommah huruf pertama dan ketiga serta mengkasrah lafadz sebelum akhir. Misalnya ; ضَرَبَ (memukul) menjadi ضُرِبَ (dipukul) atau انْتَفَعَ (memanfaatkan) menjadi أُنتفِعَ (dimanfaatkan) atau اسْتَغْفَرَ (meminta maaf) menjadi أُسْتُغْفِرَ (dimaafkan). Hal tersebut Bilamana fi’il madlinya berasal dari bina’ shohih. Tetapi jika fi’il madlinya berasal dari bina’ mudlo’af dan ajwaf, maka cara pembuatan fi’il madli majhulnya berbeda.  Untuk membuat madli majhul dari bina’ mudlo’af yakni mengharakati dlommah atau kasrah pada fa’ fi’ilnya saja, misalnya; مَدَّ (memanjangkan) menjadi مُدَّ atau مِدَّ (dipanjangkan). Sedangkan cara membuat majhulnya bina’ ajwaf dari fi’il madli yakni dengan dua cara;

Cara memajhulkan fi’il mudlori’ yaitu dhummah awaluhu wa futihah ma qoblal akhir yakni didlommah huruf awalnya dan difathah huruf sebelum akhir, misalnya; يَنْصُرُ (menolong) menjadi يُنْصَرُ (ditolong). يُكْرِمُ (memuliakan) menjadi يُكْرَمُ (dimuliakan), يَرْتَفِعُ (mengangkat) menjadi يُرْتَفَعُ (diangkat), يَسْتَعْمِلُ (menggunakan) menjadi يُسْتَعْمَلُ (digunakan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar